BEM-J Jurnalistik Gelar Seminar Anti Kekerasan terhadap Jurnalis
WARTAKAMPUSONLINE.COM, Bandung -- Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEM-J) Jurnalistik menggelar seminar bertajuk “Anti Kekerasan terhadap Jurnalis” di Aula Lama UIN SGD Bandung, Rabu (13/5/2015).
Menghadirkan tiga pemateri dari berbagai profesi diantaranya; Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung, Adi Marseila; Kadiv Humas Polda Jawa Barat, Sulistyo Pudjo Hartono; Wartawan Tempo, Prima Mulya; dan moderator Subagio Budi Prajitno.
Dalam pemaparannya Ketua AJI Adi Marseila menyebut kekerasan terhadap wartawan sering terjadi. Sejak awal tahun 2015 hingga Mei, di Indonesia terjadi 12 kasus kekerasan terhadap wartawan.
“Maka dari itu tahun ini kami sepakat menjadikan polisi sebagai musuh kebebasan pers,” ujar Adi saat memberikan materi.
Adi juga menyayangkan, sampai saat ini beberapa kasus pembunuhan terhadap wartawan masih tidak jelas penyelesaiannya. Bahkan, kasus wartawan Udin telah kadaluarsa tahun lalu.
Seringnya terjadi kekerasan terhadap wartawan, menurut Humas Polda Jabar Sulistyo Pudjo Hartono akibat dari kurangnya komunikasi antara wartawan dan kepolisian.
Menanggapi hal ini, dia menghimbau kepada wartawan agar menjalin hubungan yang baik dengan kepolisian. “Wartawan harus menjalin hubungan baik dengan polisi,” kata Pudjo.
Seminar ini merupakan rangkaian acara Jurnalistik Fair 2015 yang bertepatan dengan anniversary Jurnalistik UIN SGD Bandung ke-17.
Reporter : Robby Darmawan

Post a Comment